Layar boleh jadi teman, asal orang tua jadi pemandunya. Riset menunjukkan bukan hanya soal berapa lama, tapi bagaimana anak menonton.
Di bawah 2 tahun: usahakan tidak ada screentime, kecuali video call keluarga. Usia 2–5 tahun: maksimal 1 jam screentime sehari, makin sedikit makin baik.
Menonton pasif, TV menyala di latar, atau ayah-ibu sibuk main HP saat bersama anak dikaitkan dengan keterlambatan bahasa dan emosi. Setiap menit layar menggantikan kata, celoteh, dan giliran bicara si kecil.
Dampingi dan ajak bicara: tanyakan isi cerita, tirukan suara tokoh, hubungkan dengan keseharian si kecil. Menonton bersama yang interaktif justru baik untuk otaknya.
Tanpa layar saat makan dan 1 jam sebelum tidur. Pilih konten sesuai usia. Orang tua jadi contoh: simpan HP saat membersamai anak.
Merujuk pedoman WHO (2019) & American Academy of Pediatrics.